Burung gereja adalah burung dengan ukuran yang kecil dan bisa ditemukan di alam bebas. Nama burung gereja berasal dari kemunculannya yang sering ada di gereja. Harga burung gereja sebagai burung kicau pun sangat terjangkau untuk kalian yang hobi dengan burung kicau.
Meskipun bukan menjadi jenis burung yang langka, burung gereja masih menjadi daya tarik untuk kalian yang mencari masteran. Kalian juga tak perlu menangkapnya sendiri di alam. Berikut ini adalah ulasan admin tentang harga burung gereja di pasaran.
Daftar Harga Burung Gereja Semua Jenis Terbaru 2023
Burung gereja hanya memiliki satu jenis saja. Yang membedakan hanyalah betina atau jantan, liar atau jinak, dan siap berproduksi atau tidak. Harga burung gereja yang dijual di pasaran akan bergantung dari rentang usia dan kemampuannya dalam berkicau.
Jenis Burung Gereja | Harga |
---|---|
Burung gereja dewasa liar | Rp. 7.000,00 – Rp. 15.000,00 |
Burung gereja lolohan | Rp. 100.000,00 – Rp. 110.000,00 |
Burung gereja gacor | Rp. 150.000,00 – Rp. 350.000,00 |
Burung gereja masteran | Rp. 125.000,00 |
Burung gereja siap produksi sepasang | Rp. 250.000,00 – Rp. 350.000,00 |
Rentang harga yang paling mahal adalah burung gereja yang sudah gacor. Pasalnya, pemilik atau penjual sudah melatihnya untuk bisa menghasilkan suara yang indah. Apabila kalian tertarik memelihara dengan tujuan lomba, sebaiknya pilih burung gereja gacor yang berupa jantan.
Beli Burung Gereja Terbaru 2023: Cek di Shopee
Daftar Harga Anakan Burung Gereja Terbaru 2023
Untuk mendapatkan harga burung gereja yang lebih terjangkau, kalian bisa membeli burung gereja yang masih kecil atau anakan. Harganya jauh lebih murah dan kalian pun tidak harus menangkapnya sendiri di hutan atau sekitar penangkaran alaminya.
Jenis Burung Gereja | Harga |
---|---|
Burung gereja anakan liar | Rp. 5.000,00 |
Burung gereja anakan kurang dari 2 bulan | Rp. 15.000,00 |
Kalian harus memahami risiko ketika membeli burung gereja anakan. Pasalnya saat dewasa nanti, burung gereja belum tentu bisa gacor. Kalian juga harus sabar untuk melatihnya agar bisa gacor.
Apa Saja yang Perlu Dipersiapkan dalam Merawat Burung Gereja?
1. Membedakan Antara Burung Gereja Jantan dan Betina

• Postur: burung gereja memiliki postur yang berbeda untuk jantan dan betinanya. Burung gereja yang jantan memiliki badan yang besar dan gemuk. Sementara yang betina jauh lebih mungil. Meski begitu, panjang tubuhnya sama sekitar 10-13 cm.
• Bentuk kepala: kepala burung gereja yang jantan jauh lebih besar. Warnanya juga adalah campuran coklat yang kemerahan. Ukuran kepala yang betina jauh lebih kecil berupa coklat kusam.
• Warna pipi: bagian pipi pada jantan adalah warna abu-abu atau kehitaman yang tegas dan nyata. Sementara untuk betina, warnanya adalah abu-abu dan hitam kusam. Bagian warna pipi sudah terlihat sejak burung gereja masih menjadi anakan atau bakalan.
• Suara: untuk tujuan masteran sebaiknya kalian memilih burung gereja jantan. Suara mereka jauh lebih merdu dan variatif, meski masih dalam kategori kasar dalam kelas burung kicau. Sementara betina suaranya monoton dan pendek, jadi tidak cocok untuk masteran.
2. Persiapkan Kandangnya
Ukuran kandang untuk burung gereja akan sangat tergantung dari seberapa banyak burung yang akan kalian letakkan di dalamnya. Kalian bisa menggunakan kandang yang berukuran kecil mirip seperti glodok jika hanya memelihara burung gereja seekor saja.
Jika banyak, kalian bisa menyiapkan kandang yang modelnya mirip seperti sebuah penangkaran. Buaah kandang dengan ukuran 1,5 x 1,5 x 1 meter untuk burung gereja dengan jumlah lebih dari dua. Kandang yang luas membuat burung leluasa bergerak dan juga tidak akan stres.
Di dalam kandang perlu diberikan tengger kuat yang besarnya sesuai dengan kaki burung gereja. Feeder makanan atau minuman bisa diletakkan di sisi kandang. Burung gereja tidak memerlukan bak mandi karena kalian harus memandikannya pada pagi hari dengan cara spray.
3. Mempersiapkan Sarang dan Glodok
Jika kalian tidak berencana untuk memelihara burung gereja secara khusus, kalian bisa membuat penangkaran mini untuk burung gereja di sekitar. Caranya adalah dengan membuat glodok yang diletakkan di dinding rumah dan posisinya lebih tinggi dari kepala orang dewasa.
Glodok perlu bersifat tertutup dan aman dari sinar matahari atau hujan. Di dalam glodok perlu diberikan sarang yang terbuat dari sabut kelapa. Sarang ini akan digunakan untuk burung gereja menaruh telurnya. Tapi, kalian tidak boleh memegang sarang karena akan membuat burung trauma.
Anakan burung gereja nantinya bisa kalian ambil atau isolasi. Anakannya bisa menghasilkan burung gereja yang jinak. Harga burung ini yang sudah jinak menjadi potensi bisnis tersendiri. Pisahkan anaknya dari induk mereka menetas dari glodok utama.
4. Beri Burung Gereja Makanan Bergizi

Meskipun kalian sering melihat burung gereja menjadi burung yang liar di alam, bukan berarti kalian bisa memberikan makanan yang bebas kepada burung mungil ini. Makanan utama dari burung gereja adalah biji-bijian seperti jagung, beras merah, milet putih atau merah.
Kalian juga bisa memberikannya makanan yang lebih murah seperti voer. Jika tidak, beras juga bisa menjadi pilihan karena hampir semua orang memiliki beras. Ada baiknya jika pemberian pakan harus bergantian. Tujuannya adalah agar burung gereja menjadi gacor.
Burung gereja juga perlu diberikan asupan gizi yang baik seperti buah dan sayur. Buah yang cocok adalah tomat, pepaya dan pisang karena musdah dimakan menggunakan patuknya. Sementara jenis sayuran yang bisa dimakan burung gereja adalah sawi atau bayam.
Gizi berupa protein juga tidak boleh dilewatkan oleh burung gereja. Mereka bisa diberi makan berupa jangkrik yang lebih kecil ukurannya dari paruhnya. Pilihan lain adalah ulat yang masih hidup. Protein tak hanya menjaga kondisi badan burung namun memancingnya gacor juga.
Harga burung gereja sangat terjangkau jika kalian tertarik untuk memelihara burung kicau. Burung ini cocok sekali untuk masteran dan melatih burung lain di rumah kalian untuk bisa lebih berisik dalam berkicau. Cara perawatan di atas juga bisa membantu kalian dalam pemeliharaannya.